Saturday, September 16, 2017

Merayakan Hari Fotografi


KUDUS punya hari fotografi? Jangan kaget dulu. Memang benar demikian. Jika hari foto sedunia diperingati setiap 19 Agustus, di Kudus justru lebih cepat empat hari. Tepatnya pada tanggal 15 Agustus.

Memang hal-hal yang spontan bisa berlanjut menjadi serius. Contohnya ya itu tadi, penetapan hari fotografi di Kudus. Spontanitas itu muncul saat Bupati Kudus H Musthofa membuka pameran foto “Kudus dalam Dua Dimensi” yang digelar Kelompok Pewarta Kudus (kompak), 15-20 Agustus 2014.

Saat memberi sambutan, secara spontan Bupati menawarkan tanggal 15 Agustus diperingati sebagai hari fotografi di Kabupaten Kudus. Kami yang datang saat itu kompak mengiyakan. Kami meresponsnya dengan bertekad akan menggelar pameran serupa setiap tahun, tepat pada tanggal 15 Agustus.

Hanya, niat saja memang kadang tak cukup. Menulis berita dan mengambil foto memang sudah menjadi pekerjaan wartawan setiap hari. Namun untuk mengangkatnya dalam sebuah pameran, butuh banyak faktor pendukungnya.

Niat itu baru kesampaian tahun ini. Bermula dari terbentuknya kembali kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, kami sepakat pameran foto jurnalistik harus menjadi program prioritas.

Apalagi fotografi kian akrab dengan masyarakat. Saat ini, tak sulit menemukan anak muda menenteng kamera seharga motor, atau kamera canggih seukuran saku, hingga yang bisa diterbangkan.

Karya foto pun semakin variatif. Tempat-tempat atau kegiatan yang jarang terekspose tiba-tiba memenuhi ruang media sosial. Hal-hal yang sebenarnya biasa saja, tiba-tiba tampil “cantik” di jejaring dunia maya.

Di tengah membanjirnya foto-foto bagus di media sosial, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus menggelar Pameran Foto Jurnalistik dengan tema “Membingkai Kudus dari Balik Lensa”.

Berbicara foto jurnalistik memang tidak sebatas membahas foto itu bagus atau tidak. Oscar Motuloh, fotografer senior Biro Foto LKBN Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik sebagai medium sajian untuk menyampaikan baragam bukti visual atas suatu peristiwa, pada suatu masyarakat seluas-luasnya. Bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut, tentu dalam waktu yang sesingkat-singkatnya

Pameran ini tentunya digelar sebagai rangkuman perjalanan Kabupaten Kudus dalam tiga tahun terakhir. Pasalnya, pameran foto jurnalistik terakhir digelar tahun 2014. Dalam tiga tahun terakhir, perkembangan infrastruktur Kudus semakin pesat.

Tentunya perkembangan itu membawa pengaruh pada budaya atau keseharian masyarakat Kudus. Memang tak mudah memilih sekitar 60 foto yang menggambarkan perjalanan Kudus secara utuh dalam tiga tahun terakhir.

Ada segmen khusus dalam pameran ini yang mengangkat sejarah panjang Stasiun Wergu Kudus. Stasiun yang dibangun oleh penjajah Belanda ini beberapa kali berubah fungsi. Dari yang dulunya berfungsi sebagai tempat pemberhentian kereta api, kemudian menjadi pasar, hingga kini mangkrak setelah dikosongkan.

Dari rangkatan photo story ini, kami ingin menggugah kesadaran kita semua untuk kembali memperhatikan benda atau bangunan bernilai sejarah. Jangan sampai peninggalan bernilai itu lenyap tak bersisa, sehingga putuslah mata rantai sejarah masa lalu pendahulu kita.

Mau ikut merayakan Hari Fotografi bersama wartawan di kudus? Catat tanggal berikut, Jum'at - Sabtu, 29 September - 1 Oktober 2014. Lokasinya di lantai II Kudus Extension Mall (KEM) atau yang populer disebut Hypermart Kudus. Jangan sampai ketinggalan yaaa....

0 komentar:

Post a Comment