Selasa, 11 Desember 2018

Memperkaya Literasi Digital di Tengah “Tsunami” Layanan Teknologi

omonganem lomba blog bi


PESAN singkat itu tiba-tiba masuk ketika tengah asyik-asyiknya cuci mata di salah satu layanan aplikasi toko online (e-commerce). Pesan singkat itu berbunyi “Selamat anda terpilih pemenang dr pt.whatsapp pin 1jk98M3) u/info klik (nama akun blogspot),”

Di saat banjir diskon saat pesta hari belanja online nasional (harbolnas) akhir tahun ini, siapa yang tak gelap mata mendapat pesan singkat mengabarkan bakal mendapat hadiah. Ibarat kata : Mendapat durian runtuh. Lumayan untuk tambahan amunisi untuk menghadapi godaan Harbolnas.

Tapi tunggu dulu. Jika pesan singkat itu dituruti, pastinya bukan untung yang didapat. Daripada menyesal, abaikan saja pesan singkat seperti itu. Pesan singkat serupa sarat dengan keanehan. Pertama, coba kita ingat-ingat dulu, kapan kita pernah ikut lomba? Kok tiba-tiba diumumkan menjadi pemenang. Jika tidak pernah, abaikan...!

Apalagi melihat laman yang masih menggunakan layanan blogspot. Perusahaan bonafide, pasti menggunakan laman website misalnya www (dot) nama perusahaan (dot) com, id, net atau yang lainnya. Jelas-jelas ini modus penipuan.

Pesan lainnya juga masuk. Isinya tak kalah menggiurkan. “PROMO CUCI Gudang (menyebut nama toko elektronik” Dptkan Handphone SAMSUNG, IPHONE, OPPO, VIVO dgn harga Murah Cuma 750.000 & laptop 1 jt. Yg Minat Silahkan chat WA (menyebutkan nomor telepon)”

Sudah tuntas baca, abaikan, lanjut cuci mata di toko online langganan...!

Mengabaikan pesan singkat,atau email, yang mencurigakan memang wajib kita lakukan. Entah dari mana pengirim pesan bisa mendapat nomor telepon atau email pribadi kita. Namun, seringnya kita bertransaksi online atau menggunakan layanan aplikasi, bisa menjadi pintu masuk mereka untuk mengakses data pribadi kita.

Sekali lagi, kehati-hatian kita sebagai konsumen mutlak diperlukan agar aman bertransaksi. Di tengah tsunami atau membanjirnya kemudahan layanan aplikasi teknologi saat ini, memperkaya literasi digital adalah harga mati.

Banyak situs atau website yang menjabarkan tentang Perlindungan Konsumen agar #amanbertransaksi via online. Salah satu rujukan literasi yang lengkap dan kredibel, bisa kita akses di laman Bank Indonesia.

Di situs itu, berbagai layanan dan tips keamanan bertransaksi secara virtual disajikan lengkap dan detil. Yang kita perlukan adalah menyisihkanwaktu, menyempatkan diri untuk membacanya dengan cermat.

Pada halaman website Bank Indonesia aman bertransaksi edukasi perlindungan konsumen, BI sebagai bank sentral Indonesia mewanti-wanti agar konsumen berhati-hati khususnya dalam menyimpan kartu debit atau kredit.

omonganem lomba blog bi

Sebagai konsumen, kita juga harus memastikan layanan e-commerce yang digunakan telah memiliki sertifikat kemanan (verified). Perlu juga memanfaatkan fitur keamanan tambahan seperti 3-D secure untuk melakukan transaksi ecommerce.

Sistem bank akan mengirimkan kode sekali pakai atau One Time Password (OTP) melalui SMS ke nomor telepon atau email nasabah pada saat nasabah akan melakukaan transaksi online.

Yang lebih penting lagi, jangan memberikan informasi penting seperti nomor kartu, tanggal expired kartu dan kode pengaman katu (CVV atau CVC) kepada siapa pun melalui media apa pun. Terakhir, jangan memberikan username dan password kepada pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Tak butuh waktu lama untuk membaca dan memahami isi “turorial” aman bertransaksi tersebutkan? Daripada menyesal, tidak ada ruginya banyak membaca, memperkaya literasi teknologi digital agar kita semakin tenang dan aman bertransaksi.

Regulasi Pemerintah


Di sisi lain, Pemerintah juga perlu memperkuat regulasi dan penindakan oknum-oknum yang menyalahgunakan data pribadi kita. Pemerintah perlu membuat perangkat yang fokus mengidentifikasi pencurian data via daring (online).


Dengan perkembangan teknologi saat ini, upaya itu bukan hal yang sulit dan mustahil dilakukan. Apalagi oleh Pemerintah dengan segala perangkatnya. Pemerintah maupun pihak yang memiliki kewenangan, juga perlu melakukan verifikasi terhadap penyedia layanan belanja online, atau jasa digital lainnya, yang dari tahun ke tahun semakin menjamur.

Keluhan atau testimoni konsumen yang banyak berseliweran di media sosial, sudah cukup menjadi pijakan awal dalam menindak penyedia jasa nakal. Seringnya, testimoni atau keluhan konsumen justru menjadi amunisi penyedia layanan untuk “mengkriminalisasi” konsumen dengan dalih pelanggaran UU ITE.

Jika perlu, pemerintah melalui kementerian terkait membentuk lembaga atau otoritas yang secara khusus memantau aktivitas transaksi online. Lembaga tersebut secara rutin perlu mengumumkan ke publik penyedia jasa layanan mana saja yang mendapat teguran atau sanksi tegas.

Peringatan itu penting bagi konsumen sebagai referensi penyedia jasa mana yang terpercaya. Pemerintah sekaligus memperkuat peran lembaga perlindungan konsumen tak hanya sebatas transaksi di dunia nyata, namun juga transaksi di dunia maya.



Disadari atau tidak, masih seringnya kita mendapatkan sms dan telepon pengumuman undian abal-abal, atau pun penawaran jasa asuransi atau yang lain, membuktikan data pribadi kita belum sepenuhnya aman dari jangkauan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain berhati-hati memberikan data pribadi kepada pihak lain, memperkaya literasi teknologi digital penting untuk membentengi diri menghadapiderasnya tsunami layanan kemudahan transaksi via online.





Rabu, 05 Desember 2018

Seluk Beluk Masjid Nabawi Agar Ibadah Tenang dan Nyaman



Shalat di masjid Nabawi lebih utama dariada shalat seribu kali di masjid lain, kecuali di masjid Al Haram. Demikian sabda nabi Muhammad SAW. Masjid di pusat kota Madinah ini disebut Nabawi karena Nabi Muhammad SAW selalu menyebutnya dengan kalimat “Masjidku”.


Keutamaan lain dari masjid ini, sabda Nabi : “Barang siapa shalat di masjidku 40 kali tanpa terputus, maka ia selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik”.

Masjid ini dibangun oleh Nabi dan para sahabat pada tahun pertama hijriyah (622 M) seluas 1.050 meter persegi. Saat ini, luas masjid sudah mencapai 305.000 meter persegi. Alhamdulilla, saya berkesempatan menghirup udara di dalam Masjid Nabawi, November lalu.

Saat tiba di Madinah, cuaca sedang sejuk-sejuknya. Dengan suhu 16 derajat hingga 30 derajat celcius dan kelembaban rata-rata 39 persen, nyaris tak pernah ada keringat yang menetes. Alhasil, baju atau kaos pun tak bau meski sudah dipaka tiga hari lebih.

Bulan November adalah bulan yang cocok untuk menjalankan ibadah Umroh. Cuacanya sejuk dan masih jarang hujan. Langit di Madinah juga sangat biru, sehingga bagus untuk difoto.

BACA JUGAKuat Ibadah di Tanah Suci dengan Susu Unta


Di masjid ini ada tempat-tempat yang secara khusus menjadi rebutan jamaah untuk memanjatkan doa-doa. Tempat-tempat itu yakni Roudhloh, Mimbar dan Mihrab Nabi Muhammad, makam Nabi Muhammad SAW, dan makam Baqi.

Raudlah adalah tempat paling penuh sesak dari seluruh areal yang ada di masjid Nabawi. Raudlah berarti taman. Tapi di masjid Nabawi, Raudlah menjadi nama lokasi yang berada di antara makam dan mimbar nabi. Berdoa atau shalat di tempat ini, ibarat kita melihat taman di surga kelak.

Makam Nabi Muhammad SAW
Untuk membedakan Raudlah dengan bagian lain, lihat lah karpetnya. Karpet di Raudlah berwarna hijau. Sementara karpet di bagian lain masjid Nabawi berwarna merah. Lokasi ini menjadi rebutan para jamaah untuk beribadah.

“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman yang ada di surga,” sabda Nabi.

Selain nabi, Sahabat Abu Bakar dan Umar Bin Khatab juga dimakamkan di masjid ini. Jika kita berada di luar Nabawi dan melihat kubah hijau, berarti kita melihat makam nabi, Abu Bakar,d an Umar. Di bawah kubah hijau itu lah makam Nabi dan kedua sahabt bersemayan.

Sekitar 30 meter di sebelah timur masjid Nabawi terdapat makam Baqi yang sudah ada sejak zaman nabi. Luasnya kini sekitar 138 ribu meter persegi. Makam dilelilingi tembok dengan pagar jeruji besi. Lebih dari 10 ribu sahabat nabi termasuk Utsman Bin Affan (khalifah III), Sayyidina Abbas (paman Nabi), dan Sayyidina Hasan Bin Alu (cucu Nabi)

Masjid Nabawi dari Depan
Siapa pun yang meninggal di Madinah boleh dimakamkan di Baqi termasuk jamaah umroh atau haji. Keistimewaan dari makam ini adalah, Nabi pernah berdoa agar semua yang dimakamkan di sini diampungi dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Di masjid ini juga ada tempat minum berisi air zam-zam. Seluruh jamaah boleh minum air zam-zam di masjid Nabawi. Sedikit saran, pilihlah air zam-zam dari tangki yang khusus menyimpan air zam-zam tidak dingin (not cold).

Bagi yang tidak kuat perubahan cuaca, minum air zam-zam dingin bisa berakibat badan menjadi drop. Selain zam-zam, momen mengembangnya payung di halaman masjid Nabawi juga menjadi atraksi menarik bagi para jamaahnya.

Payung yang menutupi halaman Masjid Nabawi biasanya mengembang sekitar pukul 05.45 – 06.00 waktu setempat, atau setelah shalat subuh. Tak sedikit jamaah yang mengabadikan momen unik ini menggunakan kamera ponselnya.

Suasana Kota Madinah yang Modern
Jangan pernah menyepelekan urusan kamar kecil jika hendak bermunajat di masjid Nabawi. Saran saya, puas-puaskan menunaikan hajat sejak dihotel. Minum air secukupnya agar tidak kebelet pipis. Urusan kamar kecil bisa serius di masjid ini,

Tempat wudlu dan kamar kecil di Nabawi memang banyak. Namun, lokasi kamar kecil plus tempat wudlu berada jauh di luar masjid. Kamar kecil bahkan berada di basement. Bakal repot sika sudah di dalam masjid tiba-tiba panggilan alam datang. Sudah harus jalan jauh, saat kembali pun masjid sudah ramai jamaah. Jika demikian, kita pun harus rela shalat di luar masjid.

Bagi jamaah yang mau beribadah ke sini, tidak ada salahnya membawa tas selempang dan plastik. Ini penting untuk menyimpan sandal kita. Pengurus masjid Nabawi memang telah menyediakan rak-rak untuk menyimpan sandal.

Namun, tak sedikit jamaah yang kehilangan sandal, bisa jadi karena lupa di mana dia menaruh sandal. Jadi untuk alasan keamanan, masukkan sandal ke plastik dan simpan di tas. Sandal aman, ibadah pun tenang.

Pecinta Kopi? Ada Starucks di depan Masjid Nabawi



Selasa, 04 Desember 2018

Membuktikan Khasiat Susu Unta Untuk Stamina Pria



Omonganem Susu Unta

Di Arab Saudi, harga kencing atau urine bisa lebih mahal dibanding harga susu. Ttak percaya? Datang saja ke peternakan unta yang ada di daerah Hudaibiyah dekat dengan Kota Mekah.


Di peternakan yang dikelola oleh suku Badui Arab ini, harga sebotol kencing unta bisa mencapai 20 Riyal atau sekitar Rp 80 ribu. Sementara harga sebotol susu unta hanya sekitar 5 Riyal atau sekitar Rp 20 ribu.

Susu dan kencing unta bahkan bersanding di satu meja. Keduanya pun dikemas dalam botol berukuran sama. Bedanya, lihat saja warnanya. Botol yang cairannya berwarna kuning, itu kencing unta. Sementara yang putih, jelas sudah itu susu unta.

omonganem susu unta

Meski harga kencing unta lebih mahal, konon banyak yang memburunya. Terutama jamaah dari Indonesia. Entah benar atau tidak, konon kencing unta banyak manfaatnya. Namun meski konon banyak manfaatnya, saya enggan membelinya.

Harga 20 riyal jelas terlalu mahal untuk membeli urine. Jika dibelikan susu, sudah dapat empat botol. Saat berkunjung ke peternakan unta di Hudaibiyah, November lalu, pemandu wisata pun menyarankan untuk tidak mencicipi urine.

“Susu lebih jelas manfaat dan khasiatnya. Harganya pun lebih murah,” saran pemandu yang jelas saya turuti.

Rasa susu unta cukup enak. Jika diminum dingin, rasanya segar. Tanpa tambahan gula atau syrop pun, saya bisa menenggak satu botol sekali minum. Rasanya pun tidak seperti yang saya perkirakan sebelumnya.

Semula saya mengira susu unta “prengus”. Maklum, bau unta cukup menyengat. Susu unta pun banyak khasiatnya. Menurut pemandu saya, susu unta kerap diminum untuk mengembalikan stamina tubuh.

omonganem susu unta

Pas lah bagi jamaah haji atau umroh yang membutuhkan stamina prima untuk menunaikan rangkaian ibadahnya.

Peternakan unta ini berada di alam bebas padang pasir khas Arab Saudi. Lokasinya di kelilingi dengan bukit-bukit batu. Peternak mengandangkan unta-untanya secara berkelompok.

BACA JUGAJalan-Jalan ke Museum Al Amoudi di Arab Saudi


Di daerah Hudaibiyah yang saya kunjungi dimanfaatkan oleh banyak peternak dengan jumlah ratusan ekor unta. Setiap unta milik peternak dikandangan secara terpisah.

Lokasi ini menjadi tempat favorit jamaah dari Indonesia. Pasalnya selain bisa berburu kencing eh, susu unta, jamaah biasanya sekalian mengambil Miqot untuk memulai ibadah Umroh.

Jaraknya pun hanya sekitar 40 menit dari Masjidil Haram Mekah. Di tempat ini pun kita bisa membeli oleh-oleh khas arab seperti sajadah, kacang-kacangan, kurma, kismis, minyak zaitun dan lainnya.


susu unta omonganem





Jumat, 23 November 2018

Museum Al Amoudi Simpan Benda Kuno Budaya Bangsa Arab


omonganem dot com


JIKA kamu suka sejarah masa lalu dan tengah berada di Tanah Suci Mekah, sempatkan mampir ke Museum Al Amoudi. Di museum itu, kamu bakal kenyang informasi seputar benda-benda kuni produk budaya suku-suku atau bangsa Arab masa silam.

Peradaban masa silam atau zaman old bangsa Arab menyimpan keunikan tersendiri. Kita bisa melihat keunikan dan sejarah panjang bangsa Arab di Museum Al Amoudi yang terletak di daerah El Shimeisi.
omonganem dot com

omonganem dot com

Lokasi museum tepat di pinggir jalan raya Mekah - Jeddah, Arab Saudi. Bagi jamaah umroh, tour ke museum ini umumnya diberikan setelah rangkaian kegiatan umroh selesai. Jamaah akan dibawa ke museum ini, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Jeddah untuk terbang pulang ke Tanah Air.

Dari bagian depan, museum ini mirip dengan benteng kuno. Temboknya terbuat dari campuran tanah liat dan susu dengan warga khas kecoklatan. Di museum seluas 2.000 meter persegi ini, pengunjung bisa melihat arsitektur rumoh kuno bangsa Arab, lengkap dengan bagian dapur dan sumurnya.

BACA JUGA : BEGINI TERNYATA RASA SUSU UNTA YANG BERKHASIAT


Bagian dapur terletak di bagian bawah. Pintunya rendah dengan lantai yang juga menurun. Alhasil, pengunjung pun harus merunduk jika ingin memasuki areal dapur. Sementara lantai atas digunakan untuk ruang keluarga.

Museum ini juga menyimpan aneka perlengkapan rumah tangga, aneka permainan, berburu, hingga peralatan berperang bangsa Arab. Hewan-hewan hasil buruan yang telah diawetkan juga dipajang di museum ini.

omonganem dot com
Museum Al Amoudi juga memiliki koleksi peralatan musik hingga penyiaran. Museum ini benar-benar menggambarkan perkembangan budaya arab masa silam hingga era kekinian. Yang paling banyak diminati, pengunjung juga bisa mencoba busana tradisional Bangsa Arab, termasuk jubah kebesaran raja-raja Arab zaman dulu. 
omonganem dot com

Di museum ini juga ada penjara yang digunakan bangsa Arab zaman dulu. Pengunjung juga bisa melihat dan mencoba alat pembuat kain tenun tradisional yang digunakan oleh bangsa-bangsa Arab.

Museum ini juga didesain kece dan instagramable,sehingga ramah bagi para pecinta fotografi. Pengelola menyediakan tenda-tenda tradisional bangsa Arab dengan pernak-pernik yang menarik untuk difoto. Pengunjung pun bisa dengan leluasa mengabadikan setiap sudut museum. 
omonganem dot com

Bagian museum yang paling menarik perhatian saya adalah ruangan yang menyimpan berbagai macam koleksi alat musik. Aneh juga melihat bangsa Arab yang konon sangat ketat dalam menjalankan syariah Islam, tetapi menyimpan peralatan musik macam biola, piano, hingga gitar.

Tentunya alat-alat musik ini juga pernah dimainkan to? Padahal oleh kaum puritan, musik kerap dicap sebagai barang haram. Namun museum ini kaya dengan koleksi peralatan musik hingga broadcasting.

Ada semacam studio lengkap dengan kamera dan booth foto kotak televisi. Pengunjung bisa masuk ke dalamnya dan berakting layaknya presenter televisi. Menurut saya, museum ini adalah khasanah kebudayaan lain dari Bangsa Arab. Di satu sisi mereka ketat dalam beragama, namun juga haus terhadap hiburan.
omonganem dot com

omonganem dot com

omonganem dot com

Selasa, 20 November 2018

2 Makanan Jadul Ini Jadi Rebutan Saat Maulid Nabi Muhammad

SETIAP peringatan Maulid (kelahiran) Nabi Muhammad SAW, dua makanan tradisional di Kudus ini menjadi rebutan warga. Sego kepel dan tiwul. Keduanya menjadi makanan khas yang wajib hadir di dua desa di Kudus, yakni Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati dan Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo.


Warga rela antre kepanasan untuk menunggu iring-iringan gunungan yang digotong sejumlah warga. Saat waktunya tiba, gunungan menjadi rebutan. Tradisi ini sekaligus untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di antaranya silaturahmi, gotong royong, dan bersedekah.

1. Nasi Kepel

Nasi kepel yakni nasi yang dibungkus dengan daun jati. Pelengkapnya, ada lauk dengan bumbu bothok. Biasanya lauk berupa telur, daging, atau ikan. Dimasak dengan bumbu garangasem, lauk itu dibungkus dengan daun pisang.

Nasi kepel merupakan satu dari tiga warisan penting Sultan Hadlirin, tokoh penyebar Islam di Loram Kulon di era Sunan Kudus. Selain nasi kepel, warisan Sultan Hadlirin yang masih lestari yakni tradisi penganten mubeng dan kirab ampyang.

Penganten mubeng yakni ritual pasangan pengantin baru yang berjalan bersama mengelilingi gapura persis di depan masjid wali At Taqwa Desa Loram Kulon. Masjid itu pun menjadi pusat perayaan kirab ampyang.

Bagi warga Loram Kulon, nasi kepel adalah ajaran bersedekah. Setiap ada hajatan, warga selalu membuat nasi kepel. Nasi yang seukuran genggaman tangan orang dewasa (kepel dari kata kepalan tangan) itu kemudian dibagi-bagikan ke tetangga dan sanak saudara. Tentu dengan pelengkap lauk bothok tadi.

Saat kirab ampyang digelar, warga membuat gunungan berisi ratusan bungkus nasi kepel. Pada peringatan kirab ampayng bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa 20 November 2018, warga membuat sekitar seribu bungkus nasi kepel.

Rangkaian kirab menghadirkan para pengelola lembaga pendidikan dan mushola di Desa Loram Kulon. Warga tetangga desa juga ikut dalam kirab tersebut. Setelah seluruh peserta mengikuti kirab melewati panggung kehormatan, gunungan nasi kepel pun digotong ke tengah arena. 


Bupati Kudus HM Tamzil hadir langsung ikut di tengah-tengah ratusan warga yang memeriahkan kirab ampyang tersebut. Setelah dipanjatkan doa-doa, gunungan nasi kepel pun menjajadi rebutan warga. Tak ada lima menit, gunungan itu pun menyisakan rangkanya saja.

Kirab ampyang terus lestari. Tradisi itu bahkan mampu memicu kreativitas warga. Kirab itu menjadi agenda wisata tahunan di Kudus. Kreativitas warga melahirkan usaha kreatif mulai kuliner hingga kerajinan tangan. Loram Kulon kini telah ditetapkan menjadi Desa Wisata di Kabupaten Kudus.

2. Tiwul

Bagi warga Desa Mejobo dan Kirig di Kecamatan Mejobo, tiwul memiliki sejarah panjang. Makanan berbagan ketela ini menjadi media dakwah Eyang Suryo Kusumo saat menyebarkan ajaran Islam di wilayah Mejobo. 


Hingga tahun 1990-an, tiwul masih banyak dijajakan di warung-warung makan di Desa Mejobo dan sekitarnya. Namun, belakangan ini penjual tiwul terus berkurang karena peminatnya terbatas.

Di era modern ini, warga kembali mengangkat derajat tiwul. Yakni melalui kirab tiwul. Warga membuat sejumlah gunungan tiwul yang diarak mulai Desa Kirig, melintasi Desa Mejobo dan berakhir di makam Eyang Suryo Kusumo.

Kirab tiwul di Mejobo juga digelar tepat pada peringatan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga memadati sepanjang jalan Mejobo yang menjadi rute kirab. Meski kirab baru dimulai pukul 15.00 WIB, warga sudah terlihat memadati jalan sejak pukul 13.00 WIB.

Tradisi tahunan kirab tiwul ini diharapkan bisa menjadi agenda wisata sehingga mengangkat nilai ekonomi tiwul. Sebagian warga sudah mulai berkreasi mengolah tiwul dengan cita rasa kekinian.