Rabu, 05 Desember 2018

Seluk Beluk Masjid Nabawi Agar Ibadah Tenang dan Nyaman



Shalat di masjid Nabawi lebih utama dariada shalat seribu kali di masjid lain, kecuali di masjid Al Haram. Demikian sabda nabi Muhammad SAW. Masjid di pusat kota Madinah ini disebut Nabawi karena Nabi Muhammad SAW selalu menyebutnya dengan kalimat “Masjidku”.


Keutamaan lain dari masjid ini, sabda Nabi : “Barang siapa shalat di masjidku 40 kali tanpa terputus, maka ia selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik”.

Masjid ini dibangun oleh Nabi dan para sahabat pada tahun pertama hijriyah (622 M) seluas 1.050 meter persegi. Saat ini, luas masjid sudah mencapai 305.000 meter persegi. Alhamdulilla, saya berkesempatan menghirup udara di dalam Masjid Nabawi, November lalu.

Saat tiba di Madinah, cuaca sedang sejuk-sejuknya. Dengan suhu 16 derajat hingga 30 derajat celcius dan kelembaban rata-rata 39 persen, nyaris tak pernah ada keringat yang menetes. Alhasil, baju atau kaos pun tak bau meski sudah dipaka tiga hari lebih.

Bulan November adalah bulan yang cocok untuk menjalankan ibadah Umroh. Cuacanya sejuk dan masih jarang hujan. Langit di Madinah juga sangat biru, sehingga bagus untuk difoto.

BACA JUGAKuat Ibadah di Tanah Suci dengan Susu Unta


Di masjid ini ada tempat-tempat yang secara khusus menjadi rebutan jamaah untuk memanjatkan doa-doa. Tempat-tempat itu yakni Roudhloh, Mimbar dan Mihrab Nabi Muhammad, makam Nabi Muhammad SAW, dan makam Baqi.

Raudlah adalah tempat paling penuh sesak dari seluruh areal yang ada di masjid Nabawi. Raudlah berarti taman. Tapi di masjid Nabawi, Raudlah menjadi nama lokasi yang berada di antara makam dan mimbar nabi. Berdoa atau shalat di tempat ini, ibarat kita melihat taman di surga kelak.

Makam Nabi Muhammad SAW
Untuk membedakan Raudlah dengan bagian lain, lihat lah karpetnya. Karpet di Raudlah berwarna hijau. Sementara karpet di bagian lain masjid Nabawi berwarna merah. Lokasi ini menjadi rebutan para jamaah untuk beribadah.

“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman yang ada di surga,” sabda Nabi.

Selain nabi, Sahabat Abu Bakar dan Umar Bin Khatab juga dimakamkan di masjid ini. Jika kita berada di luar Nabawi dan melihat kubah hijau, berarti kita melihat makam nabi, Abu Bakar,d an Umar. Di bawah kubah hijau itu lah makam Nabi dan kedua sahabt bersemayan.

Sekitar 30 meter di sebelah timur masjid Nabawi terdapat makam Baqi yang sudah ada sejak zaman nabi. Luasnya kini sekitar 138 ribu meter persegi. Makam dilelilingi tembok dengan pagar jeruji besi. Lebih dari 10 ribu sahabat nabi termasuk Utsman Bin Affan (khalifah III), Sayyidina Abbas (paman Nabi), dan Sayyidina Hasan Bin Alu (cucu Nabi)

Masjid Nabawi dari Depan
Siapa pun yang meninggal di Madinah boleh dimakamkan di Baqi termasuk jamaah umroh atau haji. Keistimewaan dari makam ini adalah, Nabi pernah berdoa agar semua yang dimakamkan di sini diampungi dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Di masjid ini juga ada tempat minum berisi air zam-zam. Seluruh jamaah boleh minum air zam-zam di masjid Nabawi. Sedikit saran, pilihlah air zam-zam dari tangki yang khusus menyimpan air zam-zam tidak dingin (not cold).

Bagi yang tidak kuat perubahan cuaca, minum air zam-zam dingin bisa berakibat badan menjadi drop. Selain zam-zam, momen mengembangnya payung di halaman masjid Nabawi juga menjadi atraksi menarik bagi para jamaahnya.

Payung yang menutupi halaman Masjid Nabawi biasanya mengembang sekitar pukul 05.45 – 06.00 waktu setempat, atau setelah shalat subuh. Tak sedikit jamaah yang mengabadikan momen unik ini menggunakan kamera ponselnya.

Suasana Kota Madinah yang Modern
Jangan pernah menyepelekan urusan kamar kecil jika hendak bermunajat di masjid Nabawi. Saran saya, puas-puaskan menunaikan hajat sejak dihotel. Minum air secukupnya agar tidak kebelet pipis. Urusan kamar kecil bisa serius di masjid ini,

Tempat wudlu dan kamar kecil di Nabawi memang banyak. Namun, lokasi kamar kecil plus tempat wudlu berada jauh di luar masjid. Kamar kecil bahkan berada di basement. Bakal repot sika sudah di dalam masjid tiba-tiba panggilan alam datang. Sudah harus jalan jauh, saat kembali pun masjid sudah ramai jamaah. Jika demikian, kita pun harus rela shalat di luar masjid.

Bagi jamaah yang mau beribadah ke sini, tidak ada salahnya membawa tas selempang dan plastik. Ini penting untuk menyimpan sandal kita. Pengurus masjid Nabawi memang telah menyediakan rak-rak untuk menyimpan sandal.

Namun, tak sedikit jamaah yang kehilangan sandal, bisa jadi karena lupa di mana dia menaruh sandal. Jadi untuk alasan keamanan, masukkan sandal ke plastik dan simpan di tas. Sandal aman, ibadah pun tenang.

Pecinta Kopi? Ada Starucks di depan Masjid Nabawi



0 komentar:

Posting Komentar