Minggu, 08 September 2019

KPAI Jangan Tanggung-Tanggung



Peringatan hari olahraga nasional 9 September tahun ini terasa sangat Istimewa. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan kado termanisnya untuk pecinta bulu tangkis Indonesia.

Apalagi kalau bukan “kekalahan” Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum Kudus yang akhirnya memutuskan mengakhiri audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun ini. Pengumuman penghentian audisi umum beasiswa bulu tangkis oleh Djarum jadi headline di mana-mana

Bisa jadi, final Audisi di Kudus 20-22 November 2019 menjadi akhir dari audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum yang bergulir sejak 2006.

1-0 untuk KPAI.

Lantas, apakah Djarum benar-benar akan “pamit” dari dunia bulu tangkis? Tenang saja. orang-orang klub Djarum tidak secetek itu. Mereka orang-orang bermental kuat. Sudah kenyang kalah menang di lapangan tepok bulu.

Saya yakin, mereka orang-orang yang tulus mengembangkan bulu tangkis. Menyalakan api semangat bulu tangkis ke pelosok negeri, begitu istilah Program Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin pada suatu kesempatan.

Sebagai warga aseli Kudus yang memantau audisi sejak 2014, saya yakin PB Djarum tetap akan ngopeni atlet-atletnya.

Jadi.. KPAI Tenang saja.... Kalian sudah bekerja dengan baik.

Urusan pembinaan olahraga sejatinya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah. Syukur-syukur KPAI mau buat sekolah pembinaan olahraga featuring yayasan Lentera. Apalagi KPAI adalah sekumpulan orang yang paling paham tentang anak-anak agar tidak tereksploitasi. Pasti punya metode dan kurikulum yang lebih pro-anak.

KPAI tenang saja... Kalian sudah bekerja dengan baik.

PB Djarum punya banyak metode merekrut atlet. Selain dari audisi umum, mereka rajin memantau talenta-talenta muda berbakat lewat kejuaraan. Istilah PB Djarum rekrut atlet via “Audisi Khusus”.

Jika dirunut sejak 2006, siapa sih atlet PB Djarum yang sukses di level dunia, yang betul-betul lahir dari audisi umum? Paling cuma Kevin Sanjaya Sukamulyo seorang. Untuk saat ini.

Dari ribuan atlet yang mendaftar audisi umum dari berbagai pelosok daerah, yang betul-betul keterima sampai tahap karantina rata-rata 40-an anak. Yang diterima di tahap selanjutnya, rata-rata tak lebih 24 orang...!

Kemana mereka yang lain. Tenang KPAI, di Indonesia banyak klub bulu tangkis besar lainnya.

Lim Swie King, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Ivana Lie juga bukan jebolan audisi umum. Toh mereka kini jadi legenda bulu tangkis Indonesia asal Klub Djarum Kudus.

Sekali lagi. Jika membaca berita-berita yang beredar, yang dihentikan itu audisi umum. Jika tiba-tiba Djarum “pamit” dari bulu tangkis, itu baru geger. Ada apa dengan Djarum?

KPAI tenang saja... Kerja jangan tanggung-tanggung...!

Jangan berhenti hanya menyoroti audisi umum saja. itu kejuaraan-kejuaraan daerah sampai sekelas sirkuit nasional (sirnas) bulu tangkis banyak disokong Djarum. Sapu saja semua. Bersihkan olahraga dari branding perusahaan pengolah tembakau.

KPAI tenang saja... Kerja jangan tanggung-tanggung...!

Infonya Djarum juga peduli dengan pendidikan. Googling saja. Berapa sekolah yang sudah dibangun, difasilitasi, didampingi. Sebagian lulusan SMK “binaan” Djarum kini sudah merintis kerja di luar negeri. Ada yang kerja di kapal pesiar, koki hotel, hingga desainer. Bayarannya gede. Orang tua mereka bangga bukan main.

Jangan tanggung-tanggung dong KPAI....!

Tau kan program penghijauan Pantura yang diekspose besar-besaran di media cetak, online, hingga televisi. Bahaya lho...! anak-anak kita menghirup udara dari pohon yang ditanam perusahaan rokok. eh..

KPAI jangan tanggung-tanggung...!

Emang hanya bulu tangkis saja yang menikmati manisnya duit rokok. Kita sedang bahas anak-anak kan? Bersihin semua... Bersihin...!


.

2 komentar:

  1. Iya swdih ya kalo beasiswa dihentikan... Gmn dengan nasib anak" yg mmg punya prestasi di bidang bulu tangkis... Emg kebanyakan gaya sih... Dikit" salah, dikit"lapor. Hadeeeeuh kapan majunya negri ini... Ttp semangat memajukan bulu tangkis indonesia Djarum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul. Semoga semakin banyak orang kaya pemilik perusahaan besar mau andil dalam pembinaan olahraga di Indonesia.

      Hapus