Sunday, December 24, 2017

Manis Pahit Durian Pelang Kudus



TAK salah durian dijuluki sebagai raja buah. Rasanya yang unik dengan bau khas menyengat membuat orang ketagihan. Belakangan banyak festival durian digelar di berbagai daerah.

Warga Dusun Pelang, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tak mau ketinggalan. Untuk mengangkat brand durian pelang, warga 17 Desember 2017 lalu menggelar festival durian.

Festival si raja buah ini menjadi tonggak awal untuk memopulerkan durian lokal Margorejo. Menurut Pendamping Kelompok Sadar Wisata Gema (Gerakan Endahing Margorejo Asri) Daud Samsudewa menyebut durian Margorejo memiliki ciri khas pada bentuknya yang bulat. Buahnya kesat. Rasanya manis bercampur sedikit pahit.


Setiap musim durian tiba, jalan-jalan di Dusun Pelang dibanjiri lapak-lapak semi permanen menjajakan buah durian dan ace (semacam rambutan). Hanya, tak semua durian yang dijual di lapak milik warga berasal dari durian lokal Margorejo.

Ada saja pedagang durian di pelang yang sengaja mendatangkan durian luar daerah yang mungkin harganya lebih murah. Hal ini bisa menjadi bumerang. Terlebih jika ternyata kualitas durian luar daerah tersebut jelek.

Pembeli yang datang bisa kecewa. Mereka yang sengaja datang secara khusus untuk mencari durian pelang, ternyata mendapat durian yang tak sesuai keinginannya. Untuk mengikis praktik nakal itu, warga berinisiatif menggelar festival durian.

Potensi durian pelangcukup besar. Rata-rata produksi mencapai 30-40 buah per pohon. Harga jualnya rata-rata Rp 50 ribu – Rp 70 ribu. Daud yang dosen Undip Semarang mendorong agar durian Margorejo mampu di-branding sehingga bisa bersaing dengan durian-durian luar daerah.

Ke depan, warga didorong untuk menyebut durian pelang sebagai durian Margorejo. Langkah ini menjadi cara khusus untuk membranding dan mengangkat potensi durian lokal Desa Margorejo. Festival durian itu pun dikemas sebagai atraksi wisata menuju desa wisata Margorejo.

Selain menjual durian dengan harga terjangkau, panitia juga menggelar lomba durian. Setiap pemilik pohon durian membawa sebanyak tiga buah durian dari pohonnya. Buah durian warga dinilai dari bentuk, warna kulit, keseragaman ukuran, keseragaman rasa, warna daging dan buah serta keseragaman bau.

Dari penilaian itu diharapkan muncul standar durian pelang yang nantinya bisa dijadikan acuan petani untuk hanya menghasilkan durian Margorejo berkualitas.



Desa Margorejo merupakan salah satu desa di kaki gunung Muria. Cukup mudah untuk mencapai desa itu. Banyak akses jalan dengan aspal mulus dan lebar yang dibangun oleh pemerintah menuju Margorejo.

Rute termudah dari jalur Pantura Jekulo, belok saja ke arah utara saat tiba di gardu PLN Hadipolo. Rute lainnya, belok saja ke arah kanan di pertigaan setelah Pasar Piji Dawe (dari arah Kota Kudus menuju ke arah Colo Muria).

Kepala Desa Margorejo Ahmad Baskoro mengatakan, desanya memiliki sebanyak tujuh dusun. Namun yang terkenal sebagai produsen durian hanya Pelang. Padahal enam dusun lainnya juga banyak terdapat durian lokal. Dengan festival ini kami sekaligus mengedukasi warga untuk hanya mengembangkan durian dengan varietas lokal yang unggul.





0 komentar:

Post a Comment