Wednesday, September 19, 2018

Begini Proses Masak Nasi Jangkrik Warisan Sunan Kudus



TRADISI buka luwur makam Sunan Kudus selalu dinantikan. Nasi Jangkrik alasannya. Ribuan warga rela antre demi nasi bungkus daun jati. Dibalih setiap bungkus nasi jangkrik, ada ribuan tangan-tangan yang terlibat dalam pembuatannya.


Setiap tanggal 10 Muharram, tahun ini jatuh pada hari Kamis 20 September 2018, adalah moment buka luwur atau kelambu makam tokoh agama Islam di Kudus itu. Saat itu lah nasi jangkrik dibagikan.

Bagi yang belum tahu, nasi jangkrik bukanlah nasi dengan lauk jangkrik. Nasi jangkrik hanya sebutan belaka. Faktanya, nasi jangkrik adalah nasi dengan lauk daging kerbau atau kambing. Nasi itu dibungkus dengan daun jati.

Proses masak nasji jangkrik melibatkan ribuan orang. Tahun ini ada sebayak 1.175 orang perewang. Mereka dibagi dalam masing-masing jobdesk berbeda-beda. Ada yang bagian menyembelih kerbau dan kambing, memotong daging kambing, memasak beras, mengangin-anginkan nasi yang sudah matang, hingga memasak daging dengan bumbu yang sudah ditentukan.

Tahun ini, para perewang yang umumnya warga sekitar menara sudah bekerja sejak Rabu dini hari. Ada sebanyak 11 ekor kerbau, 85 ekor kambing, dan tujuh ton beras yang dimasak menjadi nasi jangkrik.

Kerbau dan kambing itu umumnya sumbangan masyarakat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyumbang satu ekor kerbau seberat 350 kilogram. Kerbau itu dimasak bareng kerbau dan kambing sumbangan masyarakat umum.

Nasi jangkrik akan dibagikan Kamis 20 September 2018 mulai jam 01.00 WIB dini hari. Tak hanya warga lokal di Kudus, nasi jangkrik itu juga dibagikan kepada masyarakat luar kota yang hadir di areal menara dan makam Sunan Kudus. 


Tradisi buka luwur Sunan Kudus menjadi tradisi rutin tahunan yang tetap dilestarikan. Dibalik kesibukan memasak menu yang sudah berusia ratusan tahun itu, ada nilai moral yang bisa dipetik, yakni semangat gotong rotong, sukarela, dan toleransi.

Nasi jangkrik yang dibagikan untuk warga mencapai 30 ribu bungkus lebih. Tradisi buka luwur dan nasi jangkrik sangat dinantikan oleh masyarakat. Sebagian masyarakat percaya, tradisi yang sudah berumur ratusan taahun itu membawa berkah.


0 komentar:

Post a Comment