Tuesday, February 6, 2018

Pentas Pinangan “Sewelas” Tigakoma

URUSAN pinang-meminang anak gadis orang bisa tambah rumit jika dalam obrolan di ruan tamu, pembicaraan melebar ke urusan pribadi. Hal-hal kecil yang bermula dari sebuah kesalah pahaman justru bisa menyulut percek-cokan.


Acara pinangan yang semula seharusnya sakral justru berubah menegangkan karena setiap orang berusaha mempertahankan argumennya. Peliknya konflik dalam urusan meminang anak gadis itu disuguhkan kelompok teater Tigakoma saat mementaskan naskah Pinangan.

Naskah karya Anton Chekov (Rusia) itu dimainkan trio awak kelompok teater FKIP Universitas Muria Kudus. Istajib Amin memerankan tokoh bapak, Kharis dan Sofi memerankan tokoh Agus Tubagus dan Rukmana.


Cerita komedi satu babak itu bermula dari Agus yang datang hendak meminang Rukmana. Dialog yang semula romantis tiba-tiba berubah menegangkan saat menyinggun urusan sebidang tanah dan menyoal hewan peliharaan kesayangan mereka.

Rukmana kemudian mengadu ke Bapak. Ketiganya pun larut dalam percekcokan yang kerap menyinggung urusan keseharian masyarakat. Akting Istajib, Kharis, dan Sofi lumayan mengocok perut penonton. Sayangnya, mereka kerap kedodoran dalam menyuguhkan dialog-dialog cepat dalam naskah itu.

BACA JUGA :
KISAH KARMA TEMBOR ALA SOKO SIJI
ARTIS MAUDY KOESNAEDI KUPAS SENI KREATOR MUDA

Naskah Pinangan (The Proposal) sendiri ditulis Chekov pada abad ke 19 (1888-1889). Naskah itu kali pertama dipentaskan di St Petersburg dan Moscow. Drama komedi itu kemudian booming di se antero Rusia.

Konon, si penulisnya sendiri sempat ragu apakah naskah yang ditulisnya itu layak disebut karya sastra. Menurut Chekov, naskahnya lebih condong sebagai drama komedi satir.

Naskah Pinangan yang dipentaskan Tigakoma menjadi puncak pementasan yang merka sajikan untuk merayakan ulang tahun ke-11 Tigakoma. Selain pementasan naskah Pinangan, acara yang digelar di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (3/2/2018) itu juga diramaikan dengan pementasan musik dan pembacaan puisi.

Tak hanya dari anggota Tigakoma, panggung pentas “Sewelas” Tigakoma “Pemuda Nihil Batas” juga diisi pegiat teater dari sejumlah kampus lainnya. Pemuda Nihil Batas adalah puisi anak Tigakoma yang digarap menjadi sebuah lagu sebagai salah satu lagi wajib kelompok Teater Tigakoma.


Berikut dokumentasi pentas Sewelas Pemuda Nihil Batas Teater Tigakoma UMK














0 komentar:

Post a Comment